Hari ini kita hanya bisa melihat dari media sosial terkait isue-isue perempuan dan anak seperti banyaknya perempuan dan anak-anak yang meminta-minta di jalan, cafe, warung dan pom bensin/SPBU diseluruh aceh artinya anak-anak fakir miskin, terlantar seharusnya diurus negara (dinas terkait) di Aceh ada Baitul Mal, dinas Sosial dan DPPA. Kemudian baru-baru ini kita dikejutkan dengan fenomena perempuan berkata jorok dan tak beretika di medsos, perempuan gerbong narkotika, perempuan melecehkan ayat alqur’an (DJ Aceh), pernikahan usia anak-anak yang tinggi akibat ditangkap atau kecelakaan (bahasa kekinian), perceraian yang tinggi (terutama kasus cerai talaq), belum lagi maraknya kaum LGBT yang merambah remaja dan tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak termasuk (sodomi). disini dapat kita lihat rapuhnya rumah tangga-rumah tangga dan generasi Aceh. Kedepan bagai mana kita akan mendapat dan meraih generasi emas jika kondisi Aceh seperti ini.
Download
ProfilBarisan Perempuan Perjuangan Aceh tidak diskriminatif Profesional, Keacehan dan Religius
| No | Misi |
|---|---|
| 1 | Menegakkan keadilan, demokrasi dan kesejahteraan atas dasar KESETARAAN GENDER meningkatkan partisipasi perempuan di segala sektor kegiatan sosial politik ekonomi dan pendidikan. Menyadari akan hak dan kewajibannya dalam persatuan dan kesatuan bangsa, menggalang dengan meningkatkan kesadaran bermasyarakat dalam keanekaragaman kebudayaannya dengan menjunjung tinggi ke-Acehan. |
| 2 | Menjunjung tinggi prinsip-prinsip plural society yang beradab terhadap masalah kemanusiaan baik didalam maupun diluar negeri atas dasar garis kebijaksanaan, anti terorisme, apapun bentuk yang sifatnya merusak sistem kehidupan bangsa. |